2014

Posted by eson weblography on 27 December 2013

beberapa hari lagi Insyaa ALlah tahun 2013 akan kau lewati dengan baik-baik saja, barangkali banyak cerita tertinggal dibelakang, pahit, manis, getir, jalan yang terjal dan berliku adalah bagian dari setiap perjalanan hidupmu.. setiap detik, menit, jam dan setiap waktunya adalah pembelajaran bagimu yang seharusnya akan semakin menguatkanmu

Selama kau yakin dengan ALlah Subhana hu wata'ala yang selalu menyayangi hambaNya, selalu menepati janji-Nya, dibutuhkan Ikhtiar dan tawakal dijalanNya dengan sepenuh kemampuan, lalu apa yang membuatmu khawatir tentang 2014? 

Bismillah... 2014, i'm coming, Mudahkan yaa Robb..
More about2014

Fanatik

Posted by eson weblography on 12 November 2013

Pokoknya #AYTKTM Apapun yang terjadi Ku Tetap Mendukungmu (Arsenal) atau ada lagi yang lebih ekstrim, i'm Arsenal till i die, dan lain sebagainya, apakah kata-kata tersebut terdengar biasa? bagi para pecinta bola dan fanatikus sebuah tim hal tersebut tentu biasa. ketika tim kesayangannya menang bahkan juara dia akan sangat bahagia, kadang ada yang jumawa, kalaupun tim kesayangannya kalah dia dalam posisi tetap keukeuh membela pasti ada rasa kecewa, tapi rasa cintanya mengalahkan kecewanya, bahkan logika. loh kok logika? iya gw pernah dibully karena tim kesayangan Arsenal 8 tahun puasa gelar. gak masuk di akal dan logika belain tim yg gak juara, Terus kenapa? masalah buat loh?? huehuehue.. cadass

Nah kalau ada yang punya sikap seperti diatas dalam hal agama (islam) kira-kira gelar apa yang akan disematkan kepada orang tersebut? Fanatik? Bigot? intoleran? padahal dizaman sekarang rerata kita adalah Fanatik, atau dalam bahasa agama disebut Muqalid (taqlid) mengingat ketidak mampuan banyak ummat islam dalam memahami agama secara mendalam, walalupun tentunya muqalid ini juga ada tingkatannya. Sebagaimana halnya ijtihad/mujtahid yang bertingkat-tingkat, yaitu:
  1. Taqlid secara total/murni (taqlid al-mahdli), seperti    taqlid yang dilakukan oleh kebanyakan orang awam, dimana   dalam keseluruhan hukum Islam, mereka mengikuti pendapat imam mujtahid.
  2. Taqlid dalam bidang-bidang hukum tertentu saja, seperti yang dilakukan para ulama yang mampu berijtihad dalam bidang madzhab, bidang tarjih, dan bidang fatwa. Dengan demikian dilihat dari satu segi, mereka dianggap sebagai mujtahid, tetapi dilihat dari sisi lain, mereka termasuk muqallid.
  3. Taqlid dalam hal kaidah-kaidah istinbath, seperti yang dilakukan oleh mujtahid muntasib.

Begitulah sebagian dari kita banyak yang memberikan penilaian dan penghakiman terhadap sesuatu yang esensinya sama namun karena penerapan katanya dalam ruang lingkup berbeda jadi berbeda pula artinya, kalau untuk urusan sepakbola (dunia) sebutan fanatic (fans) layak diberikan bahkan dengan bangga disandang, sementara untuk urusan agama fanatic dikesankan rendah, anti kemajuan dan modernitas, di cap Bigot, intoleran dan yang sejenisnya. Dan yang diberikan cap fanatic dalam beragama minder, malu dan jengah..

Jadi gimana?Aapakah anda masih malu disebut fanatic dalam berislam? (“Tidaaaakkkk..”) waah Dasar Bigot.. ( LLLL )
More aboutFanatik

Muslim adalah Cermin bagi Mukmin lainnya

Posted by eson weblography on 11 November 2013

Dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ، إِذَا رَأَى فِيْهِ عَيْباً أَصْلَحَهُ
"Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” (Hasan secara sanad)

Seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lain. Dia tidak merusak harta miliknya dan menjaga kepentingannya.” (Hasan) Ash Shahihah (6/923): [Abu Dawud: 40-Kitab Al Adab, 49-Bab Fin Nashihah].

Dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” (Hasan secara sanad)

Karena kita adalah cerminan dari saudara mukmin kita dan demikian pula sebaliknya, maka seharusnya kita saling menjaga, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, mengutamakan ukhuwah, dan bila terjadi khilaf diantara saudara yang saling mencintai karena ALlah Ta'ala, cukuplah pernyataan berikut : Hamdun al Qassar : Jika salah seorang saudaramu khilaf, maka carilah 70 alasan (untuk berprasangka baik) ~ Imam Baihaqi

Note To My Self
More aboutMuslim adalah Cermin bagi Mukmin lainnya